Gre

Banner 728x90px

SEJARAH GENLITA


    Generasi Literasi Taat Al-Qur’an adalah suatu komunitas yang berdiri atas dasar kepedulian Mahasiswa dan Mahasiswi sebagai relawan dari berbagai kampus di Palembang terhadap rendahnya literasi di Indonesia dan untuk menjalankan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian kepada Masyarakat, atas dasar tersebut maka dibentuklah Generasi Literasi Taat Al-Qur’an atau yang lebih dikenal GENLITA. Komunitas GENLITA berpusat di Kota Palembang, Sumatera Selatan dan dirintis pada tanggal 23 Juli 2020.



Mari peluk cerita ini dan saling berbagi inspirasi~ 

*****

    Hidup adalah serangkaian perjalanan yang mau tak mau akan selalu memaksa kita untuk menjalin kisah antar sesama manusia. Entah dalam prosesnya, kita akan bertemu dengan yang satu frekuensi, atau malah sangat berlawanan dengan diri pribadi. Namun untuk setiap hal di muka bumi, ada satu hal yang bisa kita yakini, bahwa Sang Ilahi adalah Sang Maha Adil yang paling tinggi. Ia telah menciptakan manusia dengan sisi istimewanya tersendiri. 

    Hal itulah yang sangat diyakini oleh seorang gadis asal Kota Palembang bernama Winda Eprilia. Saat ini, ia sedang menempuh pendidikan di salah satu Perguruan Tinggi Negeri yaitu UIN Raden Fatah Palembang. Ia dan ambisinya selalu percaya, bahwa setiap manusia terlahir istimewa. Bahwa setiap dari kita adalah orang luar biasa, yang telah diciptakan Allah dengan sebaik-baiknya penciptaan. 

    Namun tak jarang, hal itu direlakan untuk terpendam dalam-dalam. Manusia seringkali seolah tenggelam dalam hiruk pikuk dunia, tanpa menyadari bahwa ada sebongkah cahaya di dalam dirinya. Mereka terlalu asik akan kesenangan dunia, tanpa mengkhawatirkan bahwa akhirat adalah tempat paling abadi nantinya. Mereka terlalu disibukkan dengan diri pribadinya, tanpa memikirkan bahwa cahaya yang dipunya, sangat diharapkan oleh orang-orang yang membutuhkan perhatikan mereka. 

    Tak jarang pula, mereka ingin membagi cahaya itu. Namun bingung akan wadah yang akan menjadikannya satu. Mereka ingin berkontribusi, namun takut tak bisa memberikan hal terbaik yang sebenarnya telah mereka miliki. 

    Berangkat dari hal itulah, menjadi uluran awal bagi Winda untuk mendirikan komunitas Genlita. Genlita berdiri atas dasar kata "hebat" dan "baik" Yang bermuara dalam setiap diri manusia. Dengan adanya Genlita, diharapkan bisa menjadi wadah bagi siapa saja yang ingin melangkah dalam ruang kebaikan yang sama-sama diciptakan. 

    Selain itu, minimnya kesadaran akan dunia literasi adalah salah satu alasan dalam mendirikan komunitas yg bergerak dalam bidang literasi ini. Kenyataan akan pesatnya perkembangan teknologi, membuat minat akan literasi seakan bersembunyi. Dengan adanya Genlita lah menjadi sebuah salah satu wadah untuk kembali mencintai literasi. 

    Awalnya, Genlita seperti hanya sebuag mimpi bagi pendirinya. Namun sebuah mimpi , hanya akan menjadi mimpi bila di dalamnya tak dapat eksekusi. 

    Dan seperti kata pepatah, bahwa sesuatu akan lebih mudah, bila dikerjakan dengan bersama-sama. Nama pertama yang dipikirkan oleh Winda dalam merintis genlita adalah Tiara Ariska. Mereka dipertemukan dalam satu almamater yang juga menjadikan mereka satu kelas. 

    Dari sanalah awal mereka berusaha mendirikan wadah kebaikan yang diberi nama GENLITA yaitu akronim dari Generasi Literasi Taat Al-Qur'an. 

Seperti kata orang "jika ada yang dekat, mengapa harus yang jauh? "

    Untuk itu, beberapa persiapan mereka lakukan dibantu oleh teman-teman nya agar peresmian dan temu perdana relawan bisa dilakukan bertepatan dengan hari anak Nasional yaitu 23 Juli 2020.

    Rasanya seperti mustahil memang, melakukan persiapan dalam waktu singkat dan dengan sdm yang sedikit. Saat itu Genlita hanya beranggota 8 orang yaitu winda, tiara, dita, adel, umi, azizah, salman, dan aisyah. 

    Namun, bukankah perihal ketidakmungkinan Allah menyuruh kita untuk percaya sebaliknya? Ya, tidak ada yang tidak mungkin, apalagi yang berkaitan dengan kebaikan. Allah pasti akan mempermudah langkah hamba-Nya yang berusaha menebar kebaikan di bumi-Nya. 

    Karna beberapa teman ada kegiatan, jadi persiapan ini hanya dilakukan oleh tiga orang yang begitu optimisnya dengan waktu singkat akan berhasil ( kurang lebih 3 hari), yaitu Winda, Dita dan Tiara. 

    Meski terkendala jarak, Dita yang pada saat itu berada di Kota Prabumulih berangkat ke Palembang demi menyukseskan kegiatan ini. 

    Dan dari semua rasa optimis itu,mereka berhasil membuktikannya. 23 Juli 2020 dilakukan peresmian taman literasi dan temu perdana relawan GENLITA yang bertempat di Panti Sosial Pengemis Gelandangan dan Orang Dengan Gangguan Jiwa. 23 Juli 2020 juga ditetapkan sebagai hari lahir GENLITA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar